Situs ini membutuhkan Javascript. Silakan aktifkan Javascript untuk melanjutkan.
Ferdi Hasan

Profil

Ferdy Hasan

Lahir
: 30 Mei 1973, Jakarta, Indonesia
Pekerjaan
: Aktor
Tahun aktif
: 1987-sekarang
Pasangan
: Safina
Anak
: Farah Labita, Fasha Jamel Antwan, Fahri Syed Javera
Orang tua
: Hasan Rahaya (Father)
Agama
: Islam

Keteguhan, Kesabaran dan Tampang Kebapakan, Antar Ferdi Hasan Raih Semua Asa

Bagi generasi zaman sekarang, mungkin akan hanya mengenal atau paling tidak pernah mendengar nama dari Ferdi Hasan akan tetapi tidak mengetahui pasti siapa dan yang mana orangnya.

Namun jika Anda pernah melihat iklan makanan yang dulu sering diputar di TV saat jeda dengan ungkapannya yang ikonik, “Diputar .. dijilat .. terus dicelupin,” tentu banyak yang mengetahui bahwa ada seorang pria dewasa yang sedang bersantai dan berbincang dengan kedua anaknya.

Ya, pria itu adalah Ferdi Hasan yang menurut banyak pengamat direkrut sebagai pemeran dari iklan makanan itu karena imej yang melekat pada diri pria satu ini adalah seorang pria kebapakan atau family man sekali, jadi sangat cocok untuk memerankan karakter seorang ayah dalam iklan tersebut.

Masa kecil sampai remaja

Ferdi Hasan adalah seorang model sekaligus presenter TV kelahiran Jakarta pada tanggal 30 Mei 1973. Pria yang merupakan suami dari Safina Farah Labita ini adalah anak dari pasangan Hasan Rahaya dan Susi Susasti. Meski terlahir sebagai anak bungsu, Ferdi merupakan pribadi yang mandiri. Tentu saja hal itu berkat didikan kedua orangtuanya.

Walaupun lahir di Jakarta, akan tetapi masa kecilnya, yaitu saat TK dan SMP, Ferdi habiskan di Los Angeles, Amerika Serikat. Bahkan, saat dia bersekolah di Daily City Elementary School, Ferdi dan kakaknya harus hidup mandiri di Negara Paman Sam sana karena orang tuanya harus kembali ke Indonesia.

Setelah lulus dari SMP di Amerika Serikat, Ferdi memilih kembali pulang ke Tanah Air dan melanjutkan pendidikannya di SMA Negeri 70 Jakarta. Di SMA inilah, Ferdi mengenal seorang wanita yang pada akhirnya menjadi pendamping hidupnya sampai sekarang. Mereka resmi berpacaran mulai tahun 1993 silam.

Setamat dari SMA Negeri 70 Jakarta, ayah dari Farah Labita, Fasha Jamel Antwan dan Fahri Syed Javera, ini kembali ke Amerika Serikat untuk melanjutkan sekolahnya ke jenjang lebih tinggi, yaitu di Edmond Community College di Seattle. Tidak hanya itu saja, Dia juga pernah mengenyam pendidikan di Bay Plenty Polytechnic Tauranga di Selandia Baru atau New Zealand dengan masuk di jurusan marketing.

Karir

Sebenarnya, di waktu kecil, Ferdi pernah menjadi bintang iklan sebuah produk kesehatan yang berbahan dasar minyak ikan. Dia memulai meniti karir setelah pulang dari luar negeri dan bekerja sebagai penyiar di Radio Prambors selama kurang lebih 4 tahun lamanya.

Di tahun 1990-an, Ferdi mencoba peruntungan lain dengan menjadi seorang model. Dikarenakan wajahnya yang charming dan tergolong ‘menjual,’ dia pernah dikontrak untuk menjadi seorang foto model di berbagai majalah di Tanah Air.

Selain itu, untuk menambah penghasilannya, berbekal pengalamannya sebagai penyiar radio, Ferdi pernah melamar sebagai pemandu kuis Sigma di salah satu TV swasta. Tanpa disadari, apa yang diharapkannya berhasil, dari sekian banyak orang yang melamar, Ferdi terpilih menjadi pemandu acara tersebut. Dari menjadi pemandu kuis Sigma inilah, bakatnya untuk tampil percaya diri dan gaya bicara yang enak didengar mulai banyak dilirik berbagai pihak. Tawaranpun datang silih berganti.

Ganteng, tutur kata sopan, pintar dan penampilannya yang selalu terlihat bersih juga sangat family-man sekali mebuatnya menjadi langganan di beberapa event. Bahkan dia juga pernah membawakan acara berjudul Selamat Pagi di salah satu TV swasta berpasangan dengan Edrik dan Desy Ratnasari.

Tidak hanya satu acara TV saja yang dipandunya, ada banyak sekali acara serupa, seperti Welcome to BCA, Who Wants to Be a Millionare Hot Seat, B4M dan berbagai lainnya membuatnya terpilih sebagai nominator sekaligus menyabet piala dalam kategori Pembawa Acara Terfavorit versi Panasonic Award 2002 dan 2003. Tidak berhenti di situ saja, Ferdi juga pernah menjadi presenter terbaik dalam ajang MUI Awards 2004 karena pernah mengisi acara syiar Ramadan.

Ketika banyak rekan-rekannya yang mencoba peruntungan lain atau terjun ke dunia seni peran, Ferdi tetap bertahan dan fokus menjadi pembawa acara karena dia merasa bahwa dunia inilah yang membesarkannya dan menjadi pilihan hidupnya. Dia juga sempat beberapa kali menolak tawaran untuk main sinetron.

Pernikahan

Setelah menjalin kasih dengan Safina mulai tahun 1993, di usia karirnya yang masih belum terlalu matang dan menghasilkan banyak keuntungan, Ferdi nekat untuk melamar sekaligus memperistri wanita pujaan hatinya tersebut.

Keduanya menikah di usia yang terbilang masih sangat muda, yaitu saat Ferdi masih berusia 21 tahun dan Safina masih berumur 20 tahun. Bahkan mereka tidak mempersiapkan apapun untuk melangsungkan pernikahan. Walaupun begitu, Ferdi tetap berpegang teguh bahwa dia akan terus menjadi suami sekaligus Imam untuk rumah tangganny apapun yang terjadi.

Beberapa saat setelah menikah, Safina akhirnya mengandung anak pertama mereka. Walaupun ada rasa bahagia karena akan menjadi seorang ayah, Ferdi juga dilanda kegelisahan yang sangat mendalam karena pada waktu itu dia tidak memiliki dana yang cukup untuk biaya persalinan karena pekerjaannya pun belum tetap dan penghasilan yang didapat juga masih tergolong minim.

Kegigihannya dalam berdoa dan berusaha akhirnya berbuah hasil dengan diterima sebagai pemandu kuis Sigma yang menjadi pembuka pintu kesuksesannya.

Di usia pernikahan yang sudah lebih dari 15 tahun ini, Ferdi sudah dikaruniai 3 orang anak dan rumah tangga mereka tergolong baik serta jauh dari gossip. Walaupun begitu, Ferdi mengatakan bahwa tidak mudah untuk menjaga mahligai rumah tangga sampai sejauh itu karena ada kalanya pertengkaran dan ketidakcocokan muncul.

Ketika masalah muncul, pada umumnya, Ferdi dan Safina akan menunggu anak-anak mereka untuk tidur terlebih dahulu dan mereka baru akan membicarakannya atau juga mencari solusi pemecahannya. Menurut Ferdi, langkah diskusi adalah jalan yang paling efektif dilakukan ketika ada satu masalah.

Menurut Safina sendiri, agar komunikasi atau diskusi terselenggara dengan baik, maka keduanya akan menunggu pihak yang paling bereaksi untuk tenang dan ‘dingin’ terlebih dahulu.

Pendidikan kepada anak

Untuk menjadi seorang orang tua yang baik, selain pendidikan formal, Ferdi dan Safina juga menekankan pendidikan agama kepada anak-anak mereka. Hal itu disebabkan karena agama merupakan pondasi yang sangat penting, tidak hanya karena kewajiban, namun juga menjadi pegangan jika anak-anak mereka besar nanti.

Tidak hanya itu saja, kedua orang ini juga mengajarkan untuk memberikan reward dalam bentuk apapun ketika anak-anak mereka melakukan sesuatu yang baik, contohnya mengerjakan sholat atau belajar. Selain itu, Ferdi juga mengajarkan kepada anak-anaknya untuk peduli terhadap lingkungan dengan cara mengajarkan pemilahan sampah, dari yang organic dan non-organik.

Dengan mengajarkan hal tersebut ke anak-anak sejak dini, maka pemahaman dan kecintaan terhadap alam akan juga terpupuk secara baik. Ferdi mengaku bahwa dia sudah mengajarkan hal tersebut kepada anak-anaknya sejak usia 2 tahun dan terus memberikan bimbingan dan pengertian agar mereka tidak salah jalan.

Terima kasih!
PasarPolis akan segera mengirimkan penawaran asuransi terbaik untuk Anda