Situs ini membutuhkan Javascript. Silakan aktifkan Javascript untuk melanjutkan.
Pasarpolis Blog
Informasi dan tips seputar Asuransi Terlengkap
Tapak Pasti Asuransi Kesehatan di Indonesia | Pasarpolis Blog

Tapak Pasti Asuransi Kesehatan di Indonesia

 by pasarpolis |  2015-12-14 03:07:33

Seiring dengan semakin bertambahnya umur, maka fisik juga semakin melemah yang mengakibatkan kekebalan tubuh juga terkadang menurun. Dikarenakan hal tersebut, tidak menutup kemungkinan serangan penyakit akan semakin gencar menghantam tubuh.

Ketika penyakit sudah masuk ke dalam tubuh, maka satu hal yang akan menjadi terkendala adalah sisi finansial. Kenapa begitu? Karena ketika sakit, seseorang tidak dapat beraktivitas dengan lancar dan menjadi produktif atau menghasilkan. Dan lagi, apabila penyakitnya tergolong ‘berat’ maka tidak menutup kemungkinan akan ada banyak uang yang harus dikeluarkan untuk digunakan sebagai biaya pengobatan dan perawatan.

Tidak jarang banyak orang yang menjadi miskin dan bangkrut setelah terserang penyakit dan karena kekayaan yang dimilikinya digunakan untuk berobat. Oleh karenanya, produk pertanggungan berupa asuransi kesehatan adalah satu hal yang tepat untuk dilirik, dipilih dan dimiliki. Hal itu disebabkan karena dengan memiliki produk asuransi kesehatan, maka sisi finansial seseorang akan terlindungi walaupun dia sedang sakit.

Secara umum, perihal asuransi ini diatur dalam Kitab Undang-undang Hukum Dagang (KUHD) dan Undang-undang Nomor 2 Tahun 1992 tentang Usaha Perasuransian (UU No. 2/1992). Menurut Pasal 246 KUHD menyebutkan bahwa Asuransi atau Pertanggungan adalah suatu perjanjian, di mana penanggung dengan menikmati suatu premi mengikat dirinya terhadap tertanggung untuk membebaskannya dari kerugian karena kehilangan, kerugian, atau ketiadaan keuntungan yang diharapkan, yang akan dapat diderita olehnya karena suatu kejadian yang tidak pasti.

Sedangkan dalam hal kesehatan, menurut Pasal 25 Deklarasi Umum Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa Bangsa, “Setiap orang berhak atas taraf hidup yang memadai untuk kesehatan dan kesejahteraan diri dan keluarganya.”

Titik fokus utama yang dihadapi oleh bidang usaha asuransi kesehatan sebenarnya terletak pada masalah ketidakpastian yang memiliki artian bahwa tidak ada seorangpun yang mengetahui secara pasti kapan dia akan tertimpa musibah atau sakit yang menyebabkan kerugian.

Oleh karenanya, asuransi diciptakan untuk menanggulangi sisi ketidakastian tersebut agar risiko kerugian dapat diminimalisir. Dalam hal kesehatan, adapun risiko kesehatan terhadap seseorang pada dasarnya dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu:

  • Faktor usia yang berpengaruh terhadap risiko kesehatan karena dengan semakin bertambahnya umur, maka seseorang akan semakin mudah terserang penyakit tertentu.
  • Faktor pekerjaan. Jenis pekerjaan seseorang memiliki pengaurh kuat terhadap tingkat risiko tertentu yang dapat menyebabkan seseorang mengalami gangguan pada kesehatannya.
  • Faktor manusia yang dapat terjadi karena kesalahan individu itu sendiri dan ketidaktahuan atau kekurang hati-hatiannya atau bahkan yang dikarenakan kesalahan orang lain.
  • Faktor alam yang juga secara langsung atau tidak langsunf dapat mempengaruhi terjadinya gangguan kesehatan.

Sayangnya, saat PT ASKES belum berganti menjadi BPJS Kesehatan, perusahaan yang bergerak dalam bidang layanan pertanggungan kesehatan ini menjelaskan bahwa cakupan asuransi di Tanah Air masih sangat kecil, karena minimnya informasi betapa pentingnya asuransi bagi hidup manusia dan juga penyebaran perusahaan asuransi masih terbilang kurang.

Dan lagi, menurut data laporan dari World Health Organization di tahun 2006 silam, sebesar 70% masyarakat Indonesia masih bergantung pada sistem out of pocket atau pembayaran langsung terhadap penyedia layanan kesehatan, ketika mengalami sakit. Sedangkan hanya 8,4% yang sudah mengikuti sistem pembayaran prabayar atau asuransi (menurut data WHO di tahun 2009).

Menjadi satu hukum timbal balik jika merunut pada penggunaan sistem out of pocket tersebut, yaitu penyedia kesehatan akan memberikan layanan kesehatan kepada seseorang dan orang yang bersangkutan berkewajiban untuk membayar sejumlah uang untuk layanan dan obat-obatan.

(Baca juga : Mengenal Lebih Jauh Tentang Asuransi Kesehatan Murni )

Akan tetapi, sistem tersebut juga menjadi sebuah blunder khusus ketika seseorang yang dapat dikatakan masuk dalam rana di bawah garis kemiskinan dan menderita penyakit yang tergolong ‘berat’ dan ‘mahal.’ Untuk membeli makan setiap hari saja harus bekerja keras membanting tulang, apalagi harus membayar biaya pengobatan dan perawatan yang tidak sedikit. Tentunya akan menjadi satu masalah baru bagi orang yang bersangkutan.

Untung saja, di era sekarang ini, sudah ada jenis asuransi kesehatan yang ‘ramah’ terhadap rakyat kecil dan dapat dijangkau atau dimiliki semua kalangan. Selain biaya preminya kecil, produk asuransi milik pemerintah yang lebih dikenal dengan nama BPJS Kesehatan ini juga menyediakan banyak fasilitas yang dapat membantu masyarakat dari berbagai golongan untuk menyelesaikan masalah kesehatannya.

Selain BPJS Kesehatan, saat ini, banyak perusahaan asuransi swasta yang turut berlomba-lomba menciptakan produk asuransi kesehatan dengan harga terjangkau agar semua kalangan dapat menikmati layanan dan benefitnya.

Tidak hanya sudah banyak bermunculannya produk asuransi kesehatan yang dapat memberikan perlindungan finansial bagi seseorang, pemahaman masyarakat akan produk pertanggungan ini juga semakin tinggi.

Namun pertanyaan-pertanyaan senada muncul di masyarakat ketika BPJS Kesehatan hadir di tengah maraknya produk asuransi kesehatan swasta yang juga sudah mulai menggeliat. Apakah produk asuransi swasta masih diperlukan ketika BPJS Kesehatan sudah dimiliki?

Banyak anggapan bahwa kehadiran BPJS Kesehatan adalah langkah perlahan tapi pasti bagi pemerintah untuk menggusur keberadaan asuransi kesehatan milik swasta di Tanah Air. Ternyata anggapan tersebut adalah keliru karena sampai saat ini pun produk asuransi kesehatan swasta masih terus diminati seiring dengan digulirkannya BPJS Kesehatan yang menurut sebagian pengamat sedikit dipaksakan karena ada aturan sampai tahun 2019 nanti, semua orang yang bertempat tinggal di Indonesia wajib memilikinya dan akan ada sanksi administratif jika tak segera mendaftarkan diri sampai batas waktu yang telah ditentukan. Padahal secara logis, setiap orang memiliki hak untuk memiliki atau tidak, walaupun secara garis besar, pemerintah ingin memberikan yang terbaik untuk rakyatnya.

Secara pasti, BPJS Kesehatan tidak akan menggusur keberadaan produk asuransi kesehatan milik swasta dan justru akan menjadi ‘partner’ dalam hal pemberian perlindungan finansial yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat di Indonesia.

Dikatakan sebagai rekan karena kedua produk dari swasta dan dari pemerintah ini memiliki kelebihan dan kekurangan sendiri-sendiri. Contoh paling mudah adalah BPJS Kesehatan memiliki tarif premi yang terbilang murah dan terjangkau dan produk asuransi kesehatan swasta memiliki keunggulan dalam hal pelayanan dan cakupan rekanan rumah sakitnya.

Tidak hanya itu saja, pemerintah juga sudah menganjurkan agar pihak pengelola BPJS Kesehatan dan para perusahaan asuransi swasta untuk dapat berdampingan dan bekerja sama untuk memberikan layanan terbaik kepada masyarakat Indonesia.

Baca lainnya
Ikuti PasarPolis :

Dapatkan Asuransi Terbaik dari PasarPolis.com

Jaminan Pasarpolis

Banyak Pilihan
Kemudahan Membandingkan
Aman dan Terpercaya
Harga Terbaik
Bantuan Online

Terima kasih!
PasarPolis akan segera mengirimkan penawaran asuransi terbaik untuk Anda