Situs ini membutuhkan Javascript. Silakan aktifkan Javascript untuk melanjutkan.
Pasarpolis Blog
Informasi dan tips seputar Asuransi Terlengkap
Mengenali Sisi Positif dan Negatif BPJS Kesehatan | Pasarpolis Blog

Mengenali Sisi Positif dan Negatif BPJS Kesehatan

 by pasarpolis |  2015-06-04 07:41:36

Saat ini Indonesia tengah menerapkan sistem asuransi baru pengganti askes yang disebut BPJS, kepanjangan dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial yang bertugas memberikan pelayanan kepada masyrakat terhadap penanggungan biaya seperti kesehatan. Namun dalam beberapa kasus, asuransi kesehatan BPJS masih saja belum sepenuhnya memberikan pelayanan yang baik pada masyarakat dan cenderung membebani peserta BPJS itu sendiri.

Seperti contoh, BPJS kesehatan mewajibkan seluruh rakyat untuk mengikuti layanan tersebut dan akan memberi sanksi bagi yang tidak mengikutinya. Menurut peraturan BPJS kesehatan, seluruh perusahaan wajib mendaftarkan karyawannya di BPJS kesehatan per tanggal 1 Januari 2015. Peraturan tersebut sudah disepakati oleh BPJS kesehatan dan APINDO (Asosiasi Pengusaha Indonesia).

BPJS menargetkan, pada tahun 2019 nanti seluruh rakyat Indonesia sudah mengikuti program BPJS kesehatan. Namun pelayanan yang diberikan oleh BPJS terkesan tidak efisien dan memberatkan para pesertanya seperti :

Dampak Positif BPJS

Dampak positif BPJS dapat dilihat dari prosedur yang ada. sehingga mengharuskan sebelum merujuk ke rumah sakit Anda harus terlebih dahulu melewati pemeriksaan di Fasilitas kesehatan atau disingkat Faskes. Faskes yang dimaksud adalah dokter umum dan puskesmas. Jadi apabila penyakit yang Anda derita cukup serius dan mengharuskan ke rumah sakit Anda harus masuk ke puskemas terlebih dahulu, namun apabila menurut puskesmas penyakit yang Anda derita cukup ditangani dengan obat seadanya, Anda tidak dapat mengajukan rujukan. Di lain pihak, di asuransi kesehatan Anda bisa merujuk ke rumah sakit secara langsung dan menemui dokter spesialis yang khusus menangani penyakit Anda. Dampak positif BPJS ini bisa meningkatkan pendapatan yang diterima oleh rumah sakit sehingga rumah sakit bisa meningkatkan pelayanan untuk masyarakat pengguna BPJS, selain itu dampak positif BPJS yang lain adalah dengan prosedur ini juga bisa menghemat waktu karena hanya pasien yang paling membutuhkan bisa dirawat dirumah sakit untuk pasien berpenyakit ringan cukup diobati di puskesmas saja.

(Baca Juga : Manfaat Asuransi untuk Atasi Kesenjangan BPJS)

Dampak Negatif BPJS

Selain dampak positif BPJS juga memiliki dampak negatif BPJS, yaitu BPJS hanya membatasi layanan pada obat-obat yang dianggarkan saja, yang dimaksud adalah tidak semua obat bisa Anda dapatkan dari BPJS. Apabila Anda sangat membutuhkan obat yang di luar pertanggungan BPJS Anda harus membelinya sendiri, dan selain itu pelayanan kamar untuk peserta rawat inap hanya masuk pada kategori kelas 1 saja. Meskipun pelayanan dokter tetap sama pada seluruh pasien, namun kenyamanan tiap kelas tetap berbeda.

Untuk asuransi kesehatan, kesehatan Anda dijamin entah dari segi obat maupun ruangan rawat inap. Anda cukup menunjukan kartu asuransi kepada rumah sakit rekanan perusahaan asuransi, maka biaya akan ditanggung oleh asuransi tanpa khawatir mengenai obat yang tidak bisa diklaim.

Anda juga perlu mengetahui tentang prosedur yang berlaku untuk menggunakan pelayanan BPJS kesehatan sebagai berikut :

Prosedur Pelayanan Rawat Jalan BPJS Kesehatan :

1. Pasien harus berobat ke fasilitas kesehatan level 1 yaitu puskesmas, atau praktik dokter perorangan, dan jika penyakit pasien tidak dapat ditangani oleh puskesmas maupun dokter perorangan maka pasien tersebut akan diberikan rujukan sesuai dengan aturan pada BPJS kesehatan untuk berobat ke rumah sakit.

2. Pasien membawa surat rujukan dan kartu BPJS kesehatan ke unit rawat jalan rumah sakit yang dituju untuk di data.

3. lalu pasien akan dibuatkan surat eligibilitas peserta (SEP) oleh petugas sebagi bukti bahwa pasien layak menerima pelayanan kesehatan rawat jalan di rumah sakit.

Catatan penting : surat rujukan dibutuhkan untuk pertama kali pengobatan ke rumah sakit (Fasilitas kesehatan tingkat lanjutan) dan selanjutnya jika masih dianjurkan untuk kontrol atau berobat ulang tidak dibutuhkan lagi surat rujukan dari fasilitas kesehatan tingkat pertama akan tetapi menggunakan surat keterangan masih dalam perawatan. Jika tidak dianjurkan lagi untuk kontrol berobat ulang maka akan diberikan surat rujuk balik ke fasilitas kesehatan tingkat pertama.

Namun jika dalam kondisi darurat surat rujukan tidak diperlukan, pasien bisa langsung ke unit gawat darurat, dengan catatan kondisi gawat darurat yang sesuai dengan ketentuan BPJS Kesehatan.

Prosedur bertingkat ini yang sering dianggap sebagai sisi atau dampak negatif BPJS Kesehatan, karena dianggap terlalu berbelit-belit dan terkesan menyusahkan orang yang ingin berobat, tetapi kembali lagi setiap kebijakan pasti ada pertimbangannya, dengan diberlakukannya prosedur bertingkat ini pemerintah berharap hanya pasien yang benar-benar membutuhkan perawatan yang intensif saja yang dapat menggunakan fasilitas rumah sakit, tidak lucu jika ada pasien yang hanya sakit ringan dan meminta rawat inap kerumah sakit sedangkan pada saat yang sama ada pasien kritis yang membutuhkan perawatan secepatnya, bisa jadi pasien kritis ini tidak dapat ditangani karena fasilitas yang ada malah digunakan oleh pasien dengan penyakit ringan.

Bagaimana menurut Anda setelah mengetahui informasi sisi atau dampak negatif BPJS dan dampak positif BPJS, apakah prosedur tersebut akan berjalan dengan efektif atau pemerintah seharusnya mempermudah prosedur rawat jalan.

Prosedur Pelayanan Rawat Jalan BPJS Kesehatan :

1. Pasien harus berobat ke fasilitas kesehatan level 1 yaitu puskesmas, atau praktik dokter perorangan, dan jika penyakit pasien tidak dapat ditangani oleh puskesmas maupun dokter perorangan maka pasien tersebut akan diberikan rujukan sesuai dengan aturan pada BPJS kesehatan untuk berobat ke rumah sakit.

2. Pasien membawa surat rujukan dan kartu BPJS kesehatan ke unit rawat jalan rumah sakit yang dituju untuk di data.

3. lalu pasien akan dibuatkan surat eligibilitas peserta (SEP) oleh petugas sebagi bukti bahwa pasien layak menerima pelayanan kesehatan rawat jalan di rumah sakit.

Catatan penting : surat rujukan dibutuhkan untuk pertama kali pengobatan ke rumah sakit (Fasilitas kesehatan tingkat lanjutan) dan selanjutnya jika masih dianjurkan untuk kontrol atau berobat ulang tidak dibutuhkan lagi surat rujukan dari fasilitas kesehatan tingkat pertama akan tetapi menggunakan surat keterangan masih dalam perawatan. Jika tidak dianjurkan lagi untuk kontrol berobat ulang maka akan diberikan surat rujuk balik ke fasilitas kesehatan tingkat pertama.

Namun jika dalam kondisi darurat surat rujukan tidak diperlukan, pasien bisa langsung ke unit gawat darurat, dengan catatan kondisi gawat darurat yang sesuai dengan ketentuan BPJS Kesehatan.

Prosedur bertingkat ini yang sering dianggap sebagai sisi atau dampak negatif BPJS Kesehatan, karena dianggap terlalu berbelit-belit dan terkesan menyusahkan orang yang ingin berobat, tetapi kembali lagi setiap kebijakan pasti ada pertimbangannya, dengan diberlakukannya prosedur bertingkat ini pemerintah berharap hanya pasien yang benar-benar membutuhkan perawatan yang intensif saja yang dapat menggunakan fasilitas rumah sakit, tidak lucu jika ada pasien yang hanya sakit ringan dan meminta rawat inap kerumah sakit sedangkan pada saat yang sama ada pasien kritis yang membutuhkan perawatan secepatnya, bisa jadi pasien kritis ini tidak dapat ditangani karena fasilitas yang ada malah digunakan oleh pasien dengan penyakit ringan.

Bagaimana menurut Anda setelah mengetahui informasi sisi atau dampak negatif BPJS dan dampak positif BPJS, apakah prosedur tersebut akan berjalan dengan efektif atau pemerintah seharusnya mempermudah prosedur rawat jalan.

Meski layanan BPJS kesehatan memiliki dampak negatif BPJS dan dampak positif BPJS , namun kesetaraan pelayanan baik dari lapisan masyarakat kaya dan menengah ke bawah tetap diutamakan. Namun bagi Anda yang mampu secara finansial, lebih baik juga memiliki asuransi kesehatan sebagai pelengkap BPJS kesehatan. Dengan menggunakan kedua asuransi tersebut mudah-mudahan Anda bisa terlindungi dari resiko secara optimal.

Aplikasi Smart phone BPJS Kesehatan

Membahas tentang dampak positif BPJS kesehatan dan dampak negatif BPJS kesehatan, Pasarpolis juga akan menjelaskan tentang cara menggunakan aplikasi BPJS di smart phone Anda berikut langkahnya :

1. Download aplikasi dari smart phone

2. Jika Anda sudah memiliki akun pilih login, tapi jika belum memiliki akun tekan register,

3. untuk Anda yang baru mendaftar pastikan Anda mengisi nomor kartu BPJS, no KTP, Tanggal lahir, nama ibu kandung, no handphone, dan password

4. setelah melakukan login Anda bisa melakukan banyak hal seperti cek status kepesertaan, cek tagihan dan lain-lain.

(Baca Juga: Iuran BPJS Kesehatan Tidak Jadi Naik)

Baca lainnya
Ikuti PasarPolis :

Dapatkan Asuransi Terbaik dari PasarPolis.com

Jaminan Pasarpolis

Banyak Pilihan
Kemudahan Membandingkan
Aman dan Terpercaya
Harga Terbaik
Bantuan Online

Terima kasih!
PasarPolis akan segera mengirimkan penawaran asuransi terbaik untuk Anda