Situs ini membutuhkan Javascript. Silakan aktifkan Javascript untuk melanjutkan.
Pasarpolis Blog
Informasi dan tips seputar Asuransi Terlengkap
Menelusur Lebih Jauh Tentang Polis Asuransi | Pasarpolis Blog

Menelusur Lebih Jauh Tentang Polis Asuransi

 by pasarpolis |  2015-11-23 02:37:24

Selain pihak tertanggung, penanggung, aturan, finansial, obyek yang dipertanggungkan sampai dengan premi, dalam asuransi juga mengenal istilah polis asuransi. Apakah itu polis asuransi?

Pengertian polis asuransi

Polis asuransi adalah dokumen asuransi yang di dalamnya berisikan kesepakatan antara pihak tertantung (nasabah atau klien) dan pihak penanggung (perusahaan asuransi) terkait masalah pemberian proteksi akan suatu obyek yang dipertanggungkan akan segala risiko yang dapat terjadi kapan saja di masa mendatang dan dapat menimbulkan kerugian dari sisi finansial.

Polis asuransi ini juga terkadang disebut dengan istilah surat perjanjian kontrak, kontrak asurasi atau juga sertifikat asuransi.

Hal-hal yang perlu dicermati dan dilakukan

  1. Baik setiap nasabah atau juga perusahaan asuransi wajib memberikan kewajibannya sebelum menuntut hak mereka atas kesepakatan atau perjanjian yang telah digulirkan. Pihak tertanggung wajib membayarkan premi sesuai dengan kesepakatan yang tertera dalam polis asuransi dan pihak penanggung juga wajib memberikan proteksi terhadap obyek yang diasuransikan serta melakukan membayar sejumlah uang di akhir kontrak (jika ada klausal tersebut dalam produk).
  2. Dalam setiap polis asuransi, selain berisikan pernyataan perjanjian antara kedua belah pihak, juga mencakup masalah besaran premi yang harus dibayarkan dalam waktu tertentu. Anda wajib memeriksa secara cermat semua hal mengenai premi yang tercantum seperti yang sebelumnya dijanjikan oleh agen asuransi.
  3. Perhatikan dan cermati kembali apa saja manfaat produk yang Anda beli tersebut. Jika tidak tercantum, maka ada baiknya Anda mempertanyakan hal itu kepada perusahaan asuransi karena walaupun terbilang sepele, namun penjelasan mengenai manfaat asuransi sangat penting dan dapat dijadikan acuan tuntutan jika produk yang dibeli tidak sesuai dengan awal ketika dijelaskan oleh agen asuransi.
  4. Selain itu, Anda juga patut memeriksa segala pengecualian yang tidak tercakup dalam coverage atau linkup pertanggungan. Dengan mengetahui hal ini, maka Anda dapat tahu sejauh mana tingkat proteksi yang diberikan dan sisi mana saja yang tidak akan mendapatkan perlindungan.
  5. Walaupun terkesan sepele, akan tetapi Anda wajib benar-benar memeriksa nomor polis yang tertera dalam lembar polis asuransi dan menyimpan nomor tersebut untuk kemudian hari. Terkadang pihak perusahaan asuransi hanya akan menanyakan nomor polis tersebut ketika Anda ingin melakukan sesuatu yang berhubungan dengan kontrak asuransi Anda.
  6. Pastinya, Anda wajib menyimpan berkas-berkas polis karena akan menjadi suatu hal yang besar jika suatu saat ketika dibutuhkan dan berkas-berkas tersebut hilang.

Bagian-bagian dari polis asuransi

Di sisi awal dari polis asuransi dikenal dengan nama bagian deklarasi yang di dalamnya meliputi rincian tentang pemegang, polis, seperti nama dan alamat lengkap sampai dengan informasi tentang entitas yang sedang diasuransikan. Selain itu, terdapat juga informasi umum lainnya yang berisikan tentang rancang rencana asuransi itu sendiri, seperti jumlah besaran premi sampai dengan tanggal di mana kebijakan tersebut mulai diberlakukan.

Tidak hanya itu saja, pada umumnya, di bagian deklarasi lebih banyak berisikan definisi-definisi mengenai segala hal untuk menghindarkan dari salah tafsir, contohnya saja untuk polis asuransi kesehatan, ada banyak istilah yang harus diterjemahkan atau dibuatkan definisinya, seperti prosedur rawat jalan dan sebagainya.

Definisi yang dimaksud, pada umumnya diikuti oleh 3 daftar utama, yaitu;

  • Item tertutup yang mencakup setiap jenis kejadian atau persitiwa yang tercakup dalam polis yang ditawarkan kepada pemegang polis.
  • Daftar pengecualian berfungsi untuk mengkompilasi insiden atau kejadian yang di luar cakupan tidak akan ditawarkan.
  • Kondisi adalah suatu bagian daftar keadaan yang dapat membatalkan cakupan polis yang menyusul insiden atau peristiwa lain yang memenuhi syarat. Contohnya dalam asuransi mobil, pemegang polis tidak akan menerima konpensasi apapun jika dia mengalami kecelakaan karena mengemudikan kendaraan dalam kedaan mabuk.

Isi Polis

Berdasarkan Pasal 256 KUHD, kecuali asuransi jiwa, polis asuransi harus memuat syarat-syarat berikut;

  1. Hari dan tanggal pembuatan polis
  2. Nama nasabah atau tertanggung, untuk diri sendiri atau pihak ketiga
  3. Uraian yang jelas mengenai benda yang diasuransikan
  4. Jumlah yang diasuransikan (nilai pertanggungan)
  5. Bahaya-bahaya yang ditanggung oleh perusahaan asuransi atau penanggung
  6. Saat bahaya mulai berjalan dan berakhir yang menjadi tanggungan penanggung
  7. Premi asuransi
  8. Umumnya semua keadaan yang perlu diketahui oleh penanggung dan perjanian khusus yang diadakan antara penanggung dan tertanggung, antara lain mencantumkan Banker’s Clause yaitu klausul yang hanya dicantumkan atas permintaan Bank penerima ganti rugi atas peristiwa yang terjadi, jika terjadi peristiwa (evenemen) yang menimbulkan kerugian penanggung dapat berhadapan dengan pemilik atau pemegang hak

Sedangkan untuk asuransi kebakaran, syarat-syarat yang berlaku dan wajib ditulis dalam polis sesuai dengan Pasal 287 KUHD adalah;

  1. Letak barang tetap serta batas-batasnya
  2. Pemakaian barang
  3. Sifat dan pemakaian gedung yang berbatasan, jika berpengaruh pada obyek pertangungan
  4. Harga barang yang dipertanggungkan
  5. Letak dan pembatasan gedung serta tempat dimana barang-barang bergerak yang dipertanggungkan berada

Kewajiban penanggung

Pada perjanjian asuransi atau pertanggungan yang melibatkan kedua belah pihak, maka pihak penanggung harus menyerahkan polis kepada sang tertanggung dalam jangka waktu yang sudah ditetapkan. Jangka waktu tersebut, antara lain;

  • Bila perjanjian dibuat seketika dan langsung antara penanggung dan tertanggung, maka polis yang telah ditandatangani oleh pananggung harus diserahkan kepada tertanggung dalam waktu 24 jam.
  • Jika pertanggungan dilakukan pertama kali oleh pihak broker atau agen, maka polis yang telah ditandatangani oleh penanggung harus diserahkan kepada tertanggung paling lambat 8 hari setelah penandatanganan dilakukan, sesuai dengan Pasarl 260 KUHD.

Fungsi polis asuransi secara umum

Tentunya karena berupa perjanjian untuk mengikat kedua belah pihak, makanya polis asuransi memiliki nilai yang sangat penting dan berharga, karena dapat menjadi bukti tertulis bagi kedua belah pihak akan hal-hal yang sudah disepakati dan dapat dijadikan sebagai acuan ke pengadilan jika terjadi suatu pelanggaran yang tak dapat diselesaikan secara kekeluargaan.

Dan dianjurkan bagi Anda, jika berdiri sebagai sang tertanggung, untuk memeriksa segala detail dari produk asuransi yang ditawarkan dan juga menanyakan segala sesuatunya sebelum terjadi kesepakatan, karena setelah kesepakatan terjalin dan polis diterbitkan, maka ada ketetapan hukum di dalamnya. Anda juga masih wajib untuk memeriksa setiap poin-poin dalam polis asuransi untuk memastikan segalanya benar.

(Baca juga: Ini Mobil-Mobil Favorit Incaran Para Maling Mobil)

Fungsi polis asuransi untuk pihak tertanggung atau nasabah

  • Sebagai bukti tertulis atas janiman penanggungan yang mengacu pada penggantian ganti rugi yang diderita oleh pihak yang tertanggung dan tercantum dalam kontrak polis
  • Sebagai bukti pembayaran premi kepada penanggung
  • Sebagai bukti otentik untuk menuntut penanggung bila lalai atau tidak memenuhi kewajiban atau jaminannya

Fungsi polis asuransi untuk pihak penanggung atau perusahaan asuransi

  • Sebagai bukti atau tanda terima premi asuransi dari tertanggung
  • Sebagai bukti tertulis atas jaminan yang diberikan kepada tertanggung untuk membayar ganti rugi yang mungkin diderita oleh tertanggung
  • Sebagai buki otentik untuk menolak tuntutan ganti rugi atau klaim jika penyebab kerugian tidak memenuhi syarat polis

Penutupan Polis

Terdapat tujuh aspek penutupan yang harus Anda perhatikan untuk mengetahui perlindungan apa saja yang diberikan, antara lain:

  • Bencana yang ditutup
  • Yang ditutup
  • Kerugian yang ditutup
  • Orang yang ditutup
  • Lokasi yang ditutup
  • Jangka waktu yang ditutup
  • Bahaya yang dikecualikan

Jenis-jenis polis asuransi

#1. Polis asuransi kesehatan

Polis asuransi kesehatan adalah surat perjanjian polis yang secara khusus berisikan kesepakatan penjaminan biaya kesehatan atau perawatan tertanggung jika mengalami sakit atau kecelakaan. Untuk jenis perawatannya, dibagi menjadi 2 macam, yaitu rawat inap (in-patient treatment) dan rawat jalan (out-patient treatment).

#2. Polis asuransi jiwa

Polis asuransi jiwa adalah surat perjanjian polis yang secara khusus berisikan kesepakatan penjaminan terhadap kerugian finansial yang tak terduga yang disebabkan oleh meninggalnya seseorang yang dipertanggungkan.

#3. Polis asuransi rumah

Polis asuransi rumah adalah surat perjanjian polis yang secara khusus berisikan kesepakatan yang mencakup perlindungan terhadap tempat tinggal dari segala risiko atau hal-hal yang tidak diinginkan.

(Baca juga: Kiat Memilih Perusahaan Asuransi Yang Tepat Dan Terpercaya)

#4. Polis asuransi kendaraan bermotor

Polis asuransi kendaraan bermotor adalah surat perjanjian polis yang secara khusus berisikan kesepakatan antara pihak tertanggung dan penanggung dalam masalah pemberian proteksi terhadap kendaraan bermotor yang dipertanggungkan dari segala macam risiko.

#5. Polis asuransi perjalanan (voyage policy)

Polis asuransi perjalanan adalah surat perjanjian polis yang berisikan kesepakatan pemberian jaminan dari perusahaan asuransi kepada sang tertanggung dari hari pertama dia melakukan perjalanan sampai jangka waktu tertentu. Pemberian perlindungan tersebut juga meliputi barang bawaan sang pemegang polis.

#6. Polis Veem

Polis Veem adalah dokumen kontrak pembayaran yang menanggung barang selama berada di dalam gudang atau suatu tempat dari kemungkinan terjadinya risiko kerusakan, kebakaran, kehilangan atau hal lainnya.

#7. Polis Tidak Ditaksir (unvalued policy)

Polis tidak ditaksir adalah suatu dokumen kontrak yang berisikan harga pertanggungan yang dicantumkan dalam polis yang diperlukan sebagai dasar untuk perhitungan premi asuransi dan batas maksimal gati rugi yang diberikan oleh perusahaan asuransi tersebut.

#8. Polis Ditaksir (valued policy)

Polis ditaksir adalah dokumen kontrak pembayaran yang jumlah harga pertanggungannya dapat ditaksir atau dikira-kira. Di dalamnya terdapat syarat valued atau so valued.

#9. Polis asuransi risiko perang

Polis asuransi risiko perang merupakan surat perjanjian antara dua belah pihak yang berisikan kesepakatan pemberian perlindungan kepada sang pemegang polis saat dia berada di medan perang. Pada umumnya, di dalam perjanjian polis tersebut menjamin semua biaya atas hal-hal yang terjadi di medan perang, kerugian sampai dengan hal-hal yang diakibatkan orang lain.

[DAS]

Baca lainnya
Ikuti PasarPolis :

Dapatkan Asuransi Terbaik dari PasarPolis.com

Jaminan Pasarpolis

Banyak Pilihan
Kemudahan Membandingkan
Aman dan Terpercaya
Harga Terbaik
Bantuan Online

Terima kasih!
PasarPolis akan segera mengirimkan penawaran asuransi terbaik untuk Anda