Situs ini membutuhkan Javascript. Silakan aktifkan Javascript untuk melanjutkan.
Pasarpolis Blog
Informasi dan tips seputar Asuransi Terlengkap
Kiat Agar Asuransi Bisa ‘Lindungi’ Kendaraan dari Begal | Pasarpolis Blog

Kiat Agar Asuransi Bisa ‘Lindungi’ Kendaraan dari Begal

 by pasarpolis |  2015-04-07 09:36:12

 

Aksi kejahatan yang dilakukan oleh para kriminal terhadap pengendara kendaraan bermotor di berbagai kota di Indonesia masih terjadi hingga kini. Banyak korban yang kehilangan kendaraan mereka, bahkan ada yang meninggal dunia karena terluka akibat serangan senjata dari para begal. (Baca Juga : Tarif Tol Cipali, Tol Terpanjang di Indonesia)

Lantas, bagaimana caranya agar bisa asuransi melindungi Anda dan kendaraan yang dimiliki secara menyeluruh? Ini dia yang harus Anda perhatikan:

#1: Diperlukan bukti sebagai pendukung klaim

Ketika pemilik polis yang juga sebagai korban pembegalan melakukan klaim kepada perusahaan asuransi atas aksi kriminal yang dialaminya, maka perusahaan asuransi pada umumnya akan meminta bukti tindak kekerasan tersebut.

Bukti tindak kekerasan tersebut dapat berupa keterangan dari warga di sekitar tempat kejadian perkara, keterangan dari kepolisian, atau juga bukti berupa lupa fisik atau juga hasil visum yang didapat korban. Pihak asuransi tentunya tidak akan langsung percaya begitu saja, karena mereka akan melakukan investigasi terlebih dahulu ke TKP. (Baca Juga : Perawatan Mobil Agar Tetap Cantik dan Menawan)

Selain itu, menurut Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Julian Noor, agar klaim disetujui perusahaan asuransi, maka prosedur yang paling utama adalah menyiapkan dokumen terkait kendaraan (BPKB, Faktur, STNK asli) dan juga polis asuransi kendaraan yang dimiliki serta surat kehilangan dari kepolisian dalam tempo 1x24 jam. Laporan harus masuk ke pihak asuransi 3x24 jam setelah kejadian.

Penggantian atau pembayaran klaim ini sudah tercantum di aturan dalam asuransi dengan jenis Total Loss Only (TLO) dan All Risk. Pada umumnya, klaim baru akan diproses sekitar 30 hari setelah kejadian karena menunggu hasil pengusutan dari pihak kepolisian terlebih dahulu.

#2:Tidak semua biaya tercover 100 % oleh asuransi

Apabila Anda mengira sebagai korban aksi kriminal maka 100% akan diganti pihak asuransi, hal tersebut adalah salah. Dalam peraturan yang dibuat oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), perusahaan asuransi wajib memberlakukan risiko sendiri untuk setiap kejadian.

Besaran risiko sendiri ditetapkan sesuai dengan tabel tarif premi yang telah diumumkan OJK. Pada umumnya nilai biaya yang ditanggung diri sendiri atau tidak tercover asuransi adalah 10 – 20%. Pihak asuransi akan mengganti nominal yang sesuai dan tertera di surat polis dan dikurangi dengan nilai biaya risiko sendiri. (Baca Juga : Tips Menarik Untuk Ciptakan Suasana Mudik ‘Bebas Hambatan’)

Contohnya saja, apabila tercantum dalam surat polis bahwa harga kendaraan adalah Rp 8 juta, maka biaya risiko sendiri yang ditanggung pemilik polis adalah 20 persen dari Rp 8 juta tersebut, yaitu Rp 1,6 juta. Jadi ganti rugi yang akan dikeluarkan pihak asuransi sebesar Rp 6,4 juta.

Selain itu, perhitungan untuk asuransi dengan jenis Total Loss Only (TLO) dan All Risk setiap tempat juga berbeda-beda atau sesuai dengan aturan 3 wilayah yang telah ditetapkan oleh OJK.

#3:Asuransi cover masalah kendaraan kredit hilang karena begal

Bagaimana dengan kasus apabila kendaraan korban pembegalan masih dalam status kredit, apakah pihak asuransi juga akan meng-covernya?

Pihak asuransi akan tetapi melakukan covering walaupun status kendaraan adalah kredit. Dalam hal ini, sang korban tidak harus bertemu pihak asuransi sendiri karena leasing sebagai pihak ketiga juga wajib diikutsertakan. Untuk masalah kerugiannya akan dihitung sesuai dengan nilai jangka waktu kredit yang diambil. Namun, kebijakan persentase setiap lembaga leasing dan juga perusahaan asuransi berbeda-beda.

#4:Selain kendaraan, korban juga tercover asuransi

Pastinya aksi pembegalan tidak hanya sekadar mengambil paksa kendaraan saja, melainkan banyak juga yang sampai melukai korbannya. Ada yang mengalami luka ringan sampai dengan cacat permanen atau juga meninggal dunia.

Ada kalanya perusahaan asuransi mencantumkan beberapa benefit di surat polis asuransi kendaraan. Benefit yang dimaksud adalah covering terhadap pemilik polis juga diikutsertakan. Dalam artian, apabila sang pemilik polis menjadi korban pembegalan dan mengalami luka atau sampai meninggal, maka selain akan ada pencairan klaim terkait kendaraannya, ada pula pencairaan klaim untuk sang korban. (Baca Juga : Tak Perlu Emosi Ketika Macet dan Rewelnya Si Kecil Mulai Menggoda)

Nilai pertanggungan dalam hal ini sesuai dengan apa yang tertera di polis asuransi. Apabila korban meninggal maka santunan akan diberikan kepada keluarga atau ahli waris. Apabila korban hanya mengalami luka yang tidak cukup serius, maka asuransi akan menanggung biaya perawatannya saja. Namun, biaya perawatan seperti ini tidak berlaku untuk pemegang polis dengan kendaraan roda dua.

#5:Benda atau barang berharga tidak termasuk di dalam perlindungan asuransi

Apabila kendaraan, secara khusus adalah mobil, menjadi target pembegalan dan berpindah tangan ke pelaku kriminal, maka segala hal yang ada di dalam kendaraan tersebut bukan menjadi tanggung jawab pihak asuransi.

Contohnya saja apabila ada laptop, perangkat mobile, atau benda elektronik lain yang ikut hilang dalam aksi perampasan, maka hal tersebut merupakan tanggung jawab pribadi.

#6:Cara melakukan klaim

Di dalam asuransi kendaraan, kerusakan, kehilangan, imbas bencana alam sampai dengan ulah kriminal dalam hal ini masuk dalam lingkup coverage perlindungan asuransi. Namun, pihak asuransi tentunya memiliki klausul-klausul tertentu agar klaim dapat dicarikan. Selain itu, pihak asuransi juga akan melakukan investigasi sebelum memutuskan untuk melakukan pencarian klaim.

  1. Menyerahkan bukti dan surat-surat penting pendukung lain termasuk dari kepolisian kepada pihak asuransi.
  2. Apabila pemilik polis yang juga sebagai korban pembegalan meninggal dunia, pihak kerabat atau keluargalah yang wajib melaporkan ke pihak asuransi dengan jangka waktu antara 5-14 hari setelah peristiwa terjadi.
  3. Apabila kejadian terjadi di luar kota, maka disarankan untuk melaporkan ke kantor perwakilan perusahaan asuransi di kota yang bersangkutan atau yang sama sesuai tempat kejadian perkara.
  4. Mengajak pihak ketiga (dalam hal ini perusahaan leasing) apabila status kendaraan adalah kredit.
  5. Mengisi formulir kronologis kejadian dan melampirkan polis asuransi kendaraannya. (Baca Juga : Langkah Jitu Hambat Aksi Pencurian Mobil)
Baca lainnya
Ikuti PasarPolis :

Dapatkan Asuransi Terbaik dari PasarPolis.com

Jaminan Pasarpolis

Banyak Pilihan
Kemudahan Membandingkan
Aman dan Terpercaya
Harga Terbaik
Bantuan Online

Terima kasih!
PasarPolis akan segera mengirimkan penawaran asuransi terbaik untuk Anda