Situs ini membutuhkan Javascript. Silakan aktifkan Javascript untuk melanjutkan.
Pasarpolis Blog
Informasi dan tips seputar Asuransi Terlengkap
Haruskah Penyakit Akibat Rokok Mendapatkan Perlindungan dari Asuransi? | Pasarpolis Blog

Haruskah Penyakit Akibat Rokok Mendapatkan Perlindungan dari Asuransi?

 by pasarpolis |  2015-05-26 09:35:21


Anda mungkin sudah akrab dengan iklan televisi yang memperlihatkan seorang wanita berjilbab yang harus kehilangan suaranya karena asap rokok, padahal dia bukan perokok.

Dalam iklan tersebut, wanita yang bernama Ike Wijayanti (37) tersebut mengalami kanker pita suara karena selama bertahun-tahun harus menjadi perokok pasif di tempat kerjanya. Selain kehilangan suaranya, Ike juga harus mendapatkan lubang tambahan di bagian pangkal tenggorokannya.

Menurut data dari Global Adult Tobacco Survey (GATS) yang didapatkan mulai tahun 2008 sampai 2013, mengungkapkan bahwa lebih dari 85% orang dewasa di Indoensia terkena paparan rokok di rumah, 78% lebih menerima paparan tersebut di tempat makan, dan lebih dari 50% lainnya didapatkannya dari tempat kerja.

Tentunya, akan menjadi satu hal yang sangat menyeramkan apabila terjadi sesuatu terhadap kesehatan dan sesuatu buruk tersebut disebabkan oleh orang lain di sekitar atau bukan karena perilaku diri sendiri.

Untuk itu, pada tahun 2014 lalu, ada wacana untuk membuatkan asuransi khusus untuk para korban rokok, narkoba dan sejenisnya, karena mereka tidak mendapatkan perlindungan atau juga benefit dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Bahkan, para perokok atau juga orang-orang yang menderita akibat paparan asap rokok juga tidak masuk dalam JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) atau juga Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas). Namun belum ada kabar lanjutan sampai saat ini apakah wacana tersebut sudah resmi diberlakukan atau belum.

Saat ini, ada beberapa perusahaan asuransi dengan produk asuransi kesehatan dan jiwa yang sudah memasukkan klausul khusus bagi para perokok atau juga perokok pasif. Para calon klien akan diberikan pertanyaan apakah mereka adalah seorang perokok aktif atau pasif.

Hal ini dikarenakan ada pemberlakuan tarif premi khusus bagi para perokok karena tingkat perlindungannya juga tinggi. Disebut tinggi karena ada berbagai macam jenis penyakit dengan kategori kritis yang dapat menyerang para perokok aktif atau juga pasif, seperti salah satunya adalah yang dialami Ike. Dan apabila seseorang telah terkena penyakit terkait rokok atau biasa disebut dengan istilah PTR, maka jumlah dana yang dikeluarkan untuk penanggulangan, perawatan sampai dengan penyembuhannya sangat tinggi.

Di Amerika Serikat, aturan untuk pemberlakuan tarif premi tinggi bagi para perokok sudah lama digulirkan. Penerapan tarif premi tinggi tersebut karena sang perokok melakukan suatu aktivitas sehari-hari yang tidak menyehatkan dan dengan sengaja membuat dirinya sakit.

Sayangnya untuk wilayah Indonesia sendiri, sampai saat ini belum ada aturan resmi terkait berapa tarif premi dasar untuk mengcover para perokok baik yang aktif atau juga yang pasif, seperti yang diberlakukan untuk asuransi kendaraan yang diatur dalam SE OJK 2013.

Pertanyaannya adalah haruskah seseorang yang terkena penyakit akibat rokok (perokok pasif) mendapatkan perlindungan dari asuransi? Karena dalam alasan-alasan yang menyebutkan bahwa klaim asuransi ditolak apabila tertanggung dengan sadar mencederai atau melukai dirinya sendiri.

Baca lainnya
Ikuti PasarPolis :

Dapatkan Asuransi Terbaik dari PasarPolis.com

Jaminan Pasarpolis

Banyak Pilihan
Kemudahan Membandingkan
Aman dan Terpercaya
Harga Terbaik
Bantuan Online

Terima kasih!
PasarPolis akan segera mengirimkan penawaran asuransi terbaik untuk Anda