Situs ini membutuhkan Javascript. Silakan aktifkan Javascript untuk melanjutkan.
Pasarpolis Blog
Informasi dan tips seputar Asuransi Terlengkap
Asuransi Syariah dan Mengenal Lebih Dalam Seluk-Beluknya | Pasarpolis Blog

Asuransi Syariah dan Mengenal Lebih Dalam Seluk-Beluknya

 by pasarpolis |  2015-05-29 04:18:54

 

"Asuransi Syariah Seumur Hidup Plus Investasi"

Saat ini, berita mengenai asuransi syariah memang tidak seheboh beberapa tahun lalu ketika terjadi talik ulur atau juga pro dan kontra mengenai jenis asuransi ini. Sempat terkatung-katung dan tidak memiliki kejelasan akan wacana pembuatannya, akhirnya asuransi syariah muncul dan resmi diterapkan di Indonesia setelah ada kesepakatan antar-ulama. Diresmikannya asuransi syariah di Indonesia sendiri tidak lepas dari keberadaan sebuah asuransi lain bernama asuransi tafakul.

Asuransi tafakul sendiri merupakan produk asuransi yang diciptakan oleh PT Syarikat Tafakul Indonesia (STI) pada tahun 1994 silam dan asuransi ini sudah memperkuat keberadaan lembaga perbankan syariah yang sudah terlebih dulu berkembang di Indonesia dan sudah diresmikan melalui SK Menkeu No. Kep-385/KMK.017/1994.

Untuk menyelaraskan  tujuan pembuatan dan tetap dalam kaidah Islam, maka asuransi syariah menjunjung tinggi 3 pedoman, yaitu ta’min atau saling memberikan jaminan dalam hal-hal positif antara sesama anggota masyarakat, takaful atau upaya saling mencukupi antar-sesama anggota saat salah satunya tertimpa musibah dan yang terakhir adalah at-tadhamun atau saling menanggung dan menutupi kerugian atas suatu musibah yang dialami seseorang atau anggota.

Pada akhirnya, secara umum definisi dari asuransi syariah sendiri adalah sebuah sistem di mana para peserta atau anggotanya menginfaqkan atau menghibahkan sebagian atau seluruh kontribusi yang nantinya akan digunakan untuk membayar klaim jika terdapat anggota lain yang tertimpa musibah dan peranan badan pembiayaannya hanya sebatas pengelolaan operasional dari semua kontribusi atau dana yang diterima atau dilimpahkan.

(Baca: Apa Saja Kelebihan Sistem Asuransi Syariah?)

"Jadi apa beda antara asuransi syariah dengan asuransi konvensional?"

Perbedaan asuransi syariah dengan asuransi konvensional pada umumnya terletak pada pengelolaan, pengawasan, tujuan, pembayaran klaim, kepemilikan dana dan pembagian keuntungannya.

Dalam asuransi syariah, ada yang disebut sebagai Dewan Pengawas Syariah (DPS) yang secara tegas sudah direkomendasikan oleh Lembaga internasional penyusun standar seperti IOSCO, AAOIFI, dan IFSB. Bahkan keberadaan DPS ini juga sudah  diatur  dalam  Undang-undang no. 40  tahun  2007 tentang  Perseroan  Terbatas  (UU  PT)  yang  menyatakan  bahwa perseroan  yang melakukan  kegiatan  berbasis  syariah  wajib  memiliki  DPS  yang diangkat oleh RUPS atas rekomendasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Dewan Syariah Nasional (DSN). DPS yang ada di asuransi syariah ini tidak ditemui dalam asuransi konvensional.

Untuk fungsi utamanya, seperti yang sudah dijelaskan di atas, tujuan pembentuan dari asuransi syariah adalah didasarkan pada azas tolong menolong sesama anggota jadi dapat dikatakan bahwa dalam asuransi syariah tidak mengenal pelimpahan risiko melainkan pembagian risiko antar-sesama, sedangkan pada asuransi konvensional lebih menjunjung tinggi sisi jual-belinya.

(Baca: Perlindungan yang Hanya Bisa Didapat dari Asuransi Syariah)

Perbedaan lainnya juga dapat dilihat dari sisi pendanaannya. Pada asuransi konvensional, ada istilah bunga yang berfungsi sebagai penempatan investasi dan dalam Islam, hal tersebut masuk dalam kategori riba, sedangkan dalam asuransi syariah, sisi investasinya didasarkan pada Wakallah bil Ujrah dan terbebas dari unsur riba.

Tidak hanya itu saja, kepemilikan dana yang diatur dan digunakan dalam asuransi syariah merupakan hak peserta dan badan induk hanya berdiri serta berperan sebagai pemegang amanah untuk pengelolaannya saja, sedangkan hal tersebut tidak ditemui pada asuransi konvensional. Pada asuransi konvensional, dana yang terkumpul dari nasabah atau disebut premi adalah menjadi milik perusahaan yang dapat digunakan dan dialokasikan oleh perusahaan yang bersangkutan kapan dan dalam bentuk apa saja.

"Lantas bagaimana klaimnya?"

Untuk masalah klaim, sistem dan prosedur yang diterapkan oleh perusahaan-perusahaan asuransi konvensional adalah dengan mengambilkan dana dari rekening perusahaan yang bersangkutan.

Sedangkan dalam asuransi syariah, dana klaim diambilkan dari dana tabarru’ atau dana kebajikan yaitu hasil dari penyisihan uang atau kontribusi yang dimiliki seluruh anggota dan sejak awal sudah diikhlaskan untuk dijadikan sarana tolong menolong ketika anggota lain tertimpa musibah.

Pembeda lain yang cukup menonjol antara kedua jenis asuransi ini adalah pada sisi pembagian keuntungannya. Dalam asuransi syariah, pembagian keuntungan akan dibagi dan dinikmati baik oleh perusahaan atau badan pembiayaan dengan anggota sesuai dengan proporsi dan penghitungan yang telah ditetapkan sebelumnya, sedangkan pada asuransi konvensional, keuntungan akan mutlak seluruhnya menjadi milik perusahaan.

Saat ini, asuransi syariah sudah digunakan atau diterapkan oleh banyak perusahaan asuransi konvensional. Setiap perusahaan asuransi yang memiliki produk asuransi syariah juga berlomba-lomba untuk mendapatkan anggota dengan menawarkan berbagai jenis manfaat, mulai dari perlindungan sisi finansial untuk masa depan, sarana untuk meningkatkan kesejahteraan karyawan atau keluarga, sarana berinvestasi jangka panjang sampai dengan perlindungan kesehatan dan kematian.

Sayangnya, seperti produk asuransi konvensional lainnya, walaupun Indonesia adalah negara dengan masyarakat yang memeluk agama Islam terbesar di dunia, namun tidak banyak orang yang tertarik untuk melirik dan memiliki produk asuransi syariah. Bahkan menurut data dari Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) di kuartal III tahun 2012 lalu, pangsa pasar asuransi syariah di Tanah Air hanya sebesar 3,96 persen saja.

Padahal apabila dilihat dari sisi benefitnya, asuransi syariah memiliki manfaat seperti yang dimiliki asuransi konvensional pada umumnya, plus masih berazaskan Islam. Berikut manfaat dari asuransi syariah:

Tips#1: Proteksi terhadap jiwa dan kesehatan

Asuransi Syariah

"Jauh lebih sulit untuk membuat orang sehat daripada membuat mereka sakit". (DeForest Clinton Jarvis)

Melalui pembayaran kontribusi berkala, maka ketika seorang anggota tertimpa musibah berupa gangguan kesehatan atau juga kematian, maka dana yang terkumpul di perusahaan akan digunakan sebagai bantuan atau dalam istilah di asuransi konvensional adalah dana klaim pertanggungan.

Selain itu, bagi anggota yang mengalami sakit dan harus dirawat di rumah sakit, maka penggantian biaya perawatan dan penyembuhan yang disebabkan oleh penyakit atau kecelakaan dapat ditanggung bersama oleh seluruh anggota yang terdaftar dalam satu perusahaan asuransi berbasis syariah. 

Tips#2: Sebagai tabungan dan investasi

pengertian asuransi syariah

"save money and money will save you". Jamaican Proverb

Bagi anggota yang sudah menyetorkan uang atau kontribusi, maka dana tersebut nantinya akan kembali ke individu masing-masing sesuai dengan perjanjian akad di awal. Dan untuk besaran pembayaran juga disesuai dan diatur pada saat pembuatan akad pertama kali.

Sedangkan untuk investasi, perusahaan dapat mengalokasikan dana anggota untuk dijadikan sarana investasi ke dalam proyek yang memiliki azas musyarakahmurabahah dan wadi’ah. Nantinya, keuntungan akan dibagi menjadi dua, antara pihak perusahaan dan anggota. Bahkan pengelolaan dan Investasinya Tidak Bertentangan dengan syariat Islam.

Tips#3: Memupuk jiwa sosial

makalah asuransi syariah

"focus on how to be social, not how to do social". Jay Baer

Dengan memiliki produk asuransi syariah, maka secara tidak langsung, setiap anggotanya akan tumbuh rasa persaudaraan dan rasa sepenanggungan.

Tips#4: Pengamalan ayat di Al Quran

asuransi pendidikan syariah

"The patient will be given a reward without measure". The Quran 39:10

Dalam 3 ayat di Al Quran, yaitu Al Maidah ayat 2, Al Hasyr ayat 18 dan Yusuf ayat 43-49, Allah SWT menyuruh manusia untuk memperhatikan dan menjaga kehidupannya dulu, sekarang dan masa depan. Untuk melakukannya, maka diperlukan perencanaan dan perlindungan dari segala hal yang akan terjadi. Dalam hal ini bukan berarti manusia diwajibkan untuk mendahului takdir, namun lebih ke masalah proteksi sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan. Selain itu, perintah untuk saling tolong menolong antar-sesama juga dibersitkan dalam ayat-ayat tersebut.

3 Faktor Acuan Perusahaan Asuransi Sehat atau Tidaknya
Dalam hal pemilihan perusahaan asuransi yang menawarkan produk asuransi syariah yang baik dan benar juga tidak sulit. Masyarakat hanya perlu melihat 3 faktor yang dapat dijadikan acuan untuk menentukan apakah perusahaan asuransi tersebut memiliki kondisi keuangan yang sehat atau justru sebaliknya.
Faktor#1: Melihat sisi keuangan perusahaan yang bersangkutan dengan yang didasarkan pada standar RBC (Risk Base Capital) dan merupakan solvabilitas atau standar kesehatannya. 

Faktor#2Track record perusahaan yang dapat dilihat dan didapatkan dari berbagai sumber, seperti pengakuan orang yang pernah menjadi anggota, media cetak atau juga di internet. 

Faktor#3: Penghargaan. Salah satu indikasi bahwa perusahaan asuransi tersebut baik dan sehat adalah dari sisi penghargaannya. Sebuah badan atau organisasi pastinya tidak mungkin akan memberikan penghargaan kepada pihak lain apabila pihak yang dimaksud tidak memiliki suatu hal yang membanggakan atau spesial.

 

Jadi, selain mendapatkan manfaat dari asuransi syariah itu sendiri, Anda juga dapat menjalankan dan mengamalkan tuntunan dalam Islam serta membantu orang lain dalam bentuk yang lebih terstruktur.

Baca lainnya
Ikuti PasarPolis :

Dapatkan Asuransi Terbaik dari PasarPolis.com

Jaminan Pasarpolis

Banyak Pilihan
Kemudahan Membandingkan
Aman dan Terpercaya
Harga Terbaik
Bantuan Online

Terima kasih!
PasarPolis akan segera mengirimkan penawaran asuransi terbaik untuk Anda