Situs ini membutuhkan Javascript. Silakan aktifkan Javascript untuk melanjutkan.
Pasarpolis Blog
Informasi dan tips seputar Asuransi Terlengkap
7 Prinsip Asuransi yang Berfungsi Guna Memperlancar Industri Jasa Proteksi dan Pertanggungan | Pasarpolis Blog

7 Prinsip Asuransi yang Berfungsi Guna Memperlancar Industri Jasa Proteksi dan Pertanggungan

 by pasarpolis |  2015-11-14 02:48:40

Prinsip Asuransi Pertama : Insurable Interest (Kepentingan untuk Diansurasikan)

 

Prinsip asuransi Insurable Interest atau Kepentingan untuk Diasuransikan adalah pihak yang mengasuransikan harus memiliki kepentingan (interest) atas harta benda yang dapat diasuransikan (insurable) dan obyek yang diasuransikan harus legal dan tidak melanggar hukum serta masuk dalam kategori layak (equitable).

Prinsip asuransi Insurable interest juga mengharuskan pihak yang mengasuransikan memiliki kepentingan atas obyek yang diasuransikan dan jika suatu saat terjadi musibah atau masalah yang mengakibatkan obyek yang bersangkutan menjadi rusak maka pihak yang mengasuransikan akan mendapatkan ganti rugi finansial.

Jika pihak yang mengasuransikan melanggar ketentuan ini, maka ketika terjadi musibah dan harus mengirimkan laporan, maka klaim tidak dapat dipenuhi atau dibayarkan atau dalam kata lain juga musibah terjadi atas obyek yang diasuransikan dan pihak yang mengasuransikan terbukti tidak memiliki kepentingan atasnya, maka pihak tersebut tidak berhak menerima ganti rugi karena sudah melanggar prinsip asuransi Insurable interest.

Contoh dari Insurable Interest;

  • Hubungan keluarga, seperti suami, istri, anak, ayah atau ibu.
  • Hubungan bisnis, seperti kreditur dengan debitur, perusahaan dengan orang penting di perusahaan.

Prinsip Asuransi Kedua : Utmost Good Faith (Itikad Baik)

Prinsip asuransi utmost Good Faith atau Itikad Baik adalah suatu tindakan untuk mengungkapkan secara akurat dan lengkap mengenai semua fakta material (material facts) yang memiliki unsur layak atau tidaknya untuk diasuransikan.

Prinsip asuransi ini mengharuskan, pihak yang mengasuransikan untuk benar-benar menjelaskan secara jujur segala sesuatu tentang obyek yang akan diasuransikan. Prinsip asuransi yang satu ini juga menjelaskan tentang risiko-risiko yang dijaminkan maupun yang dikecualikan termasuk segala persyaratan dan kondisi pertanggungan secara jelas dan teliti.

Prinsip asuransi ini juga menjelaskan tentang kewajiban untuk menjabarkan atau memberikan fakta-fakta terkait obyek yang diasuransikan berlaku mulai perjanjian asuransi berjalan, yaitu mulai pembicaraan awal kontrak sampai dengan asuransi selesai dibuat, ketika terjadi perpanjangan kontrak asuransi dan juga pada saat terjadi perubahan pada kontrak asuransi serta mengenai hal-hal yang ada kaitannya dengan perubahan-perubahan tersebut.

(Baca juga: Asuransi Kesehatan, Payung Perlindungan untuk Finansial dan Kesehatan Anda

Jika sudah terjadi kesepakatan, maka perusahaan asuransi bersedia menerima transfer risiko dengan prinsip asuransi itikad baik, contohnya saja jika pihak yang mengasuransikan telah memberikan data-data dengan jelas, benar dan jujur serta tidak menutupi fakta-fakta, maka perusahaan asuransi akan bersedia mendapatkan pelimpahan risiko sesuai prinsip asuransi utmost Good Faith .

Akan tetapi sanksi dari prinsip asuransi ini akan berlaku, jika suatu saat pihak perusahaan menemukan kejanggalan pada saat kontrak asuransi berjalan karena di awal pihak yang mengasuransikan tidak memberikan penjelasan atau data-data secara jelas dan benar, maka pihak penanggung dapat untuk tidak membayar uang pertanggungan.

Prinsip Asuransi Ketiga : Law of Large Number (Hukum Bilangan Besar)

Prinsip asuransi Bilangan Besar atau Law of Large Number merupakan prinsip yang berhubungan statistik dan teori probabilitas yang menyatakan semakin banyak jumlah sample yang digunakan dari suatu kejadian, maka hasil pantauannya, mungkin akan semakin mendekati rata-rata populasi.

Berdasarkan teori hukum bilangan besar, maka perusahaan asuransi dapat mengetahui tingkat risiko setiap klien. Prinsip asuransi Law of Large Number dibagi menjadi 2 bagian, yaitu:

  • Tingkat Moralitas yaitu frekuensi atau jumlah angka kematian.
  • Tingkat Morbiditas yaitu frekuensi atau jumlah tingkat sakit, cidera, cacat dan kejadian-kejadian lain yang masuk dalam klausal asuransi.

Dengan mengacu pada dasar dua kategori tersebut, maka pihak perusahaan asuransi dapat menentukan premi dasar yang harus dibayarkan pihak yang mengasuransikan.

Prinsip Asuransi Keempat : Idemnity (Ganti rugi)

Prinsip asuransi Idemnity atau ganti rugi merupakan mekanisme di mana perusahaan asuransi wajib mengganti kerugian finansial kepada pihak yang mengasuransikan juga terjadi musibah dan menempatkan tertanggung dalam posisi keuangan yang dia miliki sebelum terjadinya masalah atau kerugian. Hal tersebut seperti tercantum dalam KUH Dagang Pasal 252, 253 dan dipertegas dalam Pasal 278.

Akan tetapi ketentuan dalam prinsip asuransi idemnity adalah, bahwa pihak perusahaan asuransi tidak berhak memberikan ganti rugi lebih besar atau tinggi dari kondisi keuangan atau finansial klien atas kerugian yang diderita. Contohnya, jika terjadi masalah, maka perusahaan asuransi akan membayarkan atau reimburse biaya rumah sakit sesuatu dengan tagihan yang telah dibayarkan sebelumnya.

Untuk melakukan pembayaran ganti rugi, ada beberapa cara yang dapat dilakukan pihak perusahaan asuransi, yaitu:

  • Pembayaran secara tunai
  • Perbaikan
  • Penggantian
  • Pemulihan kembali

Prinsip Asuransi Kelima: Subrogation (pengalihan hak atau perwalian)

Prinsip asuransi subrogation adalah lanjutan dari prinsip asuransi Indemnity, prinsip dasar asuransi ini menjelaskan tentang pengalihan hak dari tertanggung kepada penanggung jika sang penanggung telah membayar ganti rugi terhadap sang tertanggung.

Sebagai landasan hukumnya, prinsip asuransi subrogasi ini tercantum dalam KUH Dagang Pasal 284, yang berbunyi, “Apabila seorang penanggung telah membayar ganti rugi sepenuhnya kepada tertanggung, maka penanggung akan menggantikan kedudukan tertanggung dalam segala hal untuk menuntut pihak ketiga yang telah menimbulkan kerugian pada tertanggung.”

Dengan kata lain,  prinsip asuransi subrogation diberlakukan jika berkaitan dengan suatu keadaan di mana kerugian yang dialami tertanggung diakibatkan oleh kelalaian atau kesalahan pihak ketiga (orang lain), maka setelah memberikan ganti rugi kepada tertanggung, pihak penanggung akan mengganti kedudukan sang tertanggung dalam mengajukan tuntutan kepada pihak ketiga tersebut.

Mekanisme untuk melakukan prinsip asuransi subrogasi adalah sang tertanggung harus terlebih dahulu memilih salah satu sumber penggantian kerugian dari pihak ketiga atau juga dapat dari pihak asuransi. Akan tetapi tidak boleh dirangkap, misalnya jika sang tertanggung sudah mendapatkan ganti rugi dari pihak ketiga maka dia tidak dapat meminta atau menerima dari pihak asuransi, begitu pula sebaliknya. Namun, sang tertanggung masih bisa mendapatkan ganti rugi dari asuransi walaupun sudah menerima dari pihak ketiga jika apa yang diberikan oleh pihak ketiga terlalu rendah atau tidak sepenuhnya.

Prinsip Asuransi Keenam Contribution (kontribusi)

Prinsip asuransi kontribsi atau Contribution ini memiliki artian bahwa jika pihak tertanggung mengasuransikan suatu obyek ke beberapa perusahaan asuransi, maka akan ada apa yang dinamakan kontribusi dalam pemberian proteksi dari masing-masing perusahaan tersebut.

Contohnya, jika sang tertanggung mengasuransikan satu unit bangunan beserta isi dengan total nilai Rp 200 juta kepada 3 perusahaan asuransi, dengan nilai asuransi ke perusahaan A Rp 200 juta, perusahaan B Rp 100 juta dan perusahaan C Rp 100 juta, maka jika terjadi kebakaran atau hal lain yang dapat membuat bangunan beserta isinya tersebut rusak atau hancur, maka jumlah total ganti rugi yang akan didapatkan sang tertanggung menurut prinsip asuransi ini adalah;

  • Perusahaan A : Rp 200 juta / Rp 400 juta x Rp 200 juta = Rp 100 juta
  • Perusahaan B dan C : Rp 100 juta / Rp 400 juta x Rp 50 juta

(Baca juga: Takut Belanja Asuransi Online? Kenapa Tidak Coba PasarPolis?)

Secara total yang akan diterima oleh sang tertanggung dari ketiga perusahaan asuransi tersebut bukan Rp 400 juta, melainkan Rp 200 juta perhitungan tersebut sudah sesuai dengan prinsip asuransi kontribsi.

Hanya saja, prinsip asuransi contribution ini tidak berlaku terhadap jenis asuransi, seperti asuransi jiwa atau kecelakaan diri yang berkaitan dengan kematian atau meninggal dunia dan cacat tetap. Dan bisanya berlaku untuk asuransi properti, asuransi investasi, dan lain-lain

Prinsip Asuransi Ketujuh Proximate Cause (Kausa Proksimal)

Prinsip asuransi proximate Cause atau kausa Proksimal dapat diartikan sebagai suatu penyebab utama aktif dan efisien untuk menimbulkan suatu kerugian dalam suatu kejadian. Hal ini dapat dianalogikan, seperti berikut;

ketentuan claim dalam prinsip asuransi ini adalah Jika obyek yang diasuransikan mengalami musibah atau kecelakaan, maka pertam-tama yang harus dan akan dilakukan pihak perusahaan asuransi adalah mencari penyebab utama yang aktif dan efisien dan yang dapat menggerakan suatu rangkaian perustiwa tanpa terputus yang mana akhirnya menimbulkan kecelakaan tersebut. Dari pertimbangan tersebut baru dapat ditentukan jumlah claim yang diterima oleh pemegang polis.

Suatu prinsip dasar asuransi utama yang digunakan untuk mencari penyebab kerugian yang aktif dan efisien adalah unbroken chains of events atau suatu rangkaian mata rantai peristiwa yang runtut dan tak terputus.

Prinsip-prinsip dasar asuransi tersebut sangat penting diketahui, kenapa penting? Karena pembaca dapat menjadi referensi dalam memutuskan untuk menggunakan jasa asuransi, agar tidak ada kesalah pahaman dalam memahami prinsip asuransi. Semoga informasi yang kami berikan dapat membantu Anda dalam memahami tentang prinsip asuransi secara lebih mendalam sehingga Anda bisa membeli asuransi yang sesuai dengan kebutuhan Anda dan keluarga. [DAS]

Baca lainnya
Ikuti PasarPolis :

Dapatkan Asuransi Terbaik dari PasarPolis.com

Jaminan Pasarpolis

Banyak Pilihan
Kemudahan Membandingkan
Aman dan Terpercaya
Harga Terbaik
Bantuan Online

Terima kasih!
PasarPolis akan segera mengirimkan penawaran asuransi terbaik untuk Anda